Berdoa Saja Internet di Indonesia Tetap Aman

Posted: Februari 4, 2011 in Artikel IT

Jakarta – Mati surinya lembaga pengawas internet, Indonesia Security Incident Response Team On Internet Infrastructure (ID-SIRTII), bisa berakibat fatal. Dengan tidak adanya monitoring untuk pencegahan aksi kejahatan online alias cybercrime, praktis  keamanan para pengguna internet di Indonesia terancam.

“Kita sekarang lumpuh total tidak ada monitoring, tidak ada layanan. Kalau dikontak counterpart di luar negeri, misalnya ada insiden, ya sudah good bye. Berdoa saja internet di Indonesia tetap aman,” sesal salah satu sumber di ID-SIRTII kepada detikINET, Jumat (4/2/2011).

ID-SIRTII praktis lumpuh total sejak ditinggal oleh manajer dan para staf operasionalnya. Masalah yang dialami terbilang klise, imbas dari faktor birokrasi dan administrasi. Selain faktor itu, lembaga ini juga tak punya bandwith dan tidak punya link buat memonitor trafik internet yang lalu lalang.

Ketika dikonfirmasi, Wakil Ketua ID-SIRTII M Salahuddien mengakui ada masalah kritis yang terjadi di lembaga pengawas internet Indonesia itu. Namun ia menyerahkan kasus ini kepada Kementerian Kominfo selaku induk dari lembaga.

“Sejak desember kontrak outsourcing staf SDM dan manajer ID-SIRTII sudah berakhir, dan sampai saat ini belum diperpanjang sehingga teoritis operasi lembaga juga terancam berhenti,” kata dia.

“Sedangkan bandwith dan link untuk aneka layanan serta sistim monitoring juga berakhir kontraknya per Januari 2011. Sehingga sistim tersebut juga terancam tidak berfungsi,” lanjut Salahuddien.

ID-SIRTII sendiri sebelumnya menganggarkan biaya pengadaan untuk monitoring trafik internet dan SDM senilai Rp 22 miliar. Namun pengadaan ini tak berlanjut karena menunggu rampungnya restrukturisasi di Kementerian Kominfo.

“Mengenai detail pelelangan proyeknya sebaiknya ditanyakan ke Kemkominfo karena ID-SIRTII hanya pelaksana. Semua ditangani Kemkominfo,” kata Salahuddien.

Dengan lumpuhnya ID-SIRTII jelas keamanan internet di Indonesia terancam. Contohnya, tahun lalu serangan DDOS masif yang diduga dari Malaysia sempat melumpuhkan server .co.id selama empat jam.

Kejadian itu baru berhenti setelah ISP (penyedia jasa internet) bekerja sama untuk memblokir dan ID-SIRTII mengirimkan pesan ke MY-Cert (ID-SIRTII-nya Malaysia).

“Sebaliknya juga, Malaysia sering kirim notice untuk serangan yang diduga dari Indonesia. Kita koordinasi dengan ISP supaya ditangani,” papar Salahuddien.

Beberapa serangan di internet juga seringkali menimpa obyek strategis yang dipantau ID-SIRTII, seperti pajak dan energi. Tapi insidennya tidak diungkap ke publik oleh lembaga itu demi menjaga keamanan.

Menurutnya, serangan ke ISP tidak terhitung banyaknya, dan biasanya sudah diatasi sendiri kecuali jika ada serangan masif. Tahun lalu ada serangan Stuxnet, cuma dampaknya minim nyaris tidak ada.

“Paling sering penyebaran worm dan kasus kriminal, kalau ini ya dengan polisi urusannya,” ungkap Salahuddien. “Kalau sistem monitoring mati kita tidak bisa bantu, tidak ada data yang bisa dianalisa. Dan secara teoritis sistim itu sudah mati sekarang,” sesalnya.

 

References : http://www.detikinet.com/read/2011/02/04/123010/1560029/399/berdoa-saja-internet-di-indonesia-tetap-aman/?i991102105

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s